Pereira tak terlalu setuju dengan julukan ‘Messi dari Turki’ yang disematkan pada Arda Guler. Menurutnya, perbandingan itu kurang tepat karena Guler lebih cocok ditempatkan sebagai gelandang tengah, bukan pemain sayap seperti Messi.
“Saya selalu melihatnya sebagai pemain nomor delapan atau sepuluh,” ujar Pereira. “Ia punya kemampuan untuk mengacak pertahanan lawan di antara lini, dan itu tidak bisa dilakukan sembarang pemain.”
Pereira menambahkan bahwa Guler adalah pemain yang cerdas dan memiliki visi permainan yang matang. “Ia mencari solusi bahkan sebelum bola datang kepadanya. Ia bisa mengumpan pendek maupun panjang, melepaskan umpan akhir, atau menembak dari jarak jauh,” tambahnya.
Guler juga dianggap sebagai pemain yang haus pengetahuan dan terus belajar. “Ia memahami permainan dan selalu ingin tahu lebih banyak. Saya bisa melihatnya menjadi pengganti Modric sepenuhnya.”
Meskipun musim lalu Guler kesulitan mendapatkan menit bermain, Pereira tetap yakin dengan potensi mantan anak asuhnya. “Datang ke Real Madrid dan bersaing dengan pemain top bukan perkara mudah,” katanya.
“Tapi dia akan menemukan tempatnya. Saya tidak ragu bahwa masa depannya akan sangat cerah. Ia punya kualitas dan mentalitas untuk menjadi tokoh utama di tim ini,” tutup Pereira.









