Sedangkan geraka pinggul perempuan itu memperlihatkan keindahan dan keanggunan serta rasa memiliki yang dilandasi akhlak yang baik.
Begitu pula dengan gerakan kaki pada perempuan yang dilangkahkan satu persatu (galela,tetehe) secara perlahan di tempat itu bermakna bahwa seorang perempuan harus berpikir dahulu dalam setiap langkahnya ketika mengambil keputusan di dalam hidupnya.
Pada gerakan kaki laki-laki yang dilangkahkan satu persatu dan tidak boleh tergesa-gesa ini bermaksud agar dapat menghormati perempuan dan bijak dalam mengambil sebuah keputusan dalam hidupnya.
Serta gerakan berhadapan antara laki-laki dan perempuan ini bertujuan agar penari laki-laki tidak boleh memutari penari perempuan lewat belakang karena dianggap tidak sopan sehingga penari laki-laki harus tetap berada di depan penari perempuan.
Salah satu tokoh masyarakat Tobelo dari Desa Tobe Nokis Laluba, menjelaskan; secara historis tarian Tide-tide bukanlah tarian asli dari suku Tobelo, tetapi dibeli dari suku Galela sejak tahun 1933, atau sebelum meletusnya Gunung Tarakani hingga sampai sekarang dikenal dengan tarian Tide-tide dari suku Tobelo-Galela.
Alasan mengapa suku Tobelo membeli tarian tide-tide, Nokis Laluba warga Tobelo lainnya, menjelaskan pada zaman dulu orang tua-tua dari suku Tobelo sangat senang dan menyukai tarian Tide-tide, sehingga tarian ini dibeli (Anwar Nada dan Trihan O. Mussy ; 2022).









