Tarian Tide-tide Galela

oleh -230 views

Oleh: Muhammad Diadi, Penulis, Pelaku Budaya Galela

Tarian Tide-tide adalah tarian yang diciptakan oleh suku Galela di abad ke-14, di mana tarian ini dipengaruhi oleh budaya Islam dan Melayu.

Tide-tide sendiri berasal dari bahasa adat Galela yang berarti “mengangkat” di mana gerakan tangan serta gerakan kaki para penari seperti diangkat sehingga terbentuknya sebuah gerakan yang indah.

Asal muasal terciptanya tarian ini berawal dari kegelisahan seorang istri yang menunggu suaminya di tepian pantai ketika hendak pulang melaut. Sehingga sang istri melihat gulungan ombak pantai, bunyi dedaunan akibat angin serta keciaun burung segu-segu yang di mana tanpa disadari terciptalah gerakan tarian tide-tide yang mengikuti gerak ombak, gerak burung segu-segu dan goyangan dedaunan.

Tarian tide-tide pada acara ada pernikahan di desa Rawajaya, Tobelo Halmahera Utara, Foto: Istimewa

Tari Tide-tide dulunya hanya bisa ditarikan oleh suku Galela saja. Jika ada suku lain yang menarikannya maka akan didenda (galela; bobang) kecuali dibeli atau dipinjam.

Baca Juga  DPRD Maluku Minta Pemda Segera Tindaklanjuti Rekomendasi LKPJ 2025

Makanya ada perbedaan antara tarian Tide-tide suku Galela dan Tobelo. Untuk tarian Tide-tide Galela gerakan tarinya mengikuti irama fiol (galela; lui-lui) sedangkan Tobelo gerakan tarinya mengikuti irama tifa (galela; gosoma) sehingga gerak tari Tide-tide Galela agak lambat sedangkan Tobelo agak cepat.

No More Posts Available.

No more pages to load.