TAUD Ungkap Dugaan 16 Pelaku Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS Andrie Yunus

oleh -321 views
Peran para terduga pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (9/4/2026). (Beritasatu.com/Roy Adriansyah)

Porostimur.com, Jakarta – Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) membeberkan dugaan keterlibatan 16 orang tidak dikenal (OTK) dalam kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Eksternal KontraS Andrie Yunus. Temuan ini menyebut adanya pola operasi yang terstruktur, rapi, dan terkoordinasi.

Peneliti independen Ravio Patra yang bekerja bersama TAUD menyebut para pelaku terbagi dalam empat kelompok dengan peran masing-masing.

Empat Kelompok Pelaku dengan Peran Berbeda

Dalam analisis berbasis 34 rekaman CCTV di sekitar lokasi, TAUD mengelompokkan para pelaku sebagai berikut:

  • Tim Eksekusi (OTK 1–5): bertugas melakukan penyiraman air keras, pengendara motor pemepet, pemindai lokasi digital, hingga pengawal eksekusi.
  • Tim Pengintai Jarak Dekat (OTK 6–10): berada di titik-titik strategis seperti Halte Megaria, Jalan Mendut, dan Taman Diponegoro.
  • Tim Komando (OTK 11–13): diduga berperan sebagai pemandu lokasi sekaligus koordinator lapangan.
  • Tim Pengintai Jarak Jauh (OTK 14–16): memantau pergerakan di kawasan Jalan Kimia.
Baca Juga  Iran Ancam Gunakan “Senjata Baru” yang Sangat Ditakuti AS

“Kami menganalisis 34 CCTV di sekitar YLBHI, KontraS, Lokataru, hingga TKP. Hasilnya ditemukan belasan pelaku yang saling terhubung,” ujar pengacara publik YLBHI Afif Abdul Qoyyim, Kamis (9/4/2026).

Laporan ke Bareskrim dan Dugaan Tindak Terencana

Berdasarkan temuan tersebut, TAUD telah melaporkan kasus ini ke Bareskrim Polri melalui laporan Tipe B dengan nomor LP/B/136/IV/2026/SPKT/Bareskrim Polri. Laporan itu mencantumkan sangkaan pasal percobaan pembunuhan berencana dan dugaan terorisme.

Afif menegaskan, keterlibatan sipil dalam peristiwa ini terbuka dan perlu diusut tuntas secara transparan, terlebih sebelumnya terdapat penanganan yang juga melibatkan aparat militer.

Sebelumnya, empat anggota BAIS TNI berinisial NDP, SL, BHW, dan ES disebut telah ditahan sebagai pelaku lapangan dan kasusnya dilimpahkan ke Puspom TNI.

No More Posts Available.

No more pages to load.