Tekan Penyebaran Hoax dan Hate Speech, Polres Sula Tingkatkan Patroli Cyber

oleh -49 views
Link Banner

@porostimur.com |Sanana: Polres Kepulauan Sula akan menggencarkan patroli cyber untuk menekan potensi penyebaran hoax dan hate speech yang mulai marak jelang Pilkada 2020 mendatang di Kepulauan Sula.

Kepala Polres Sula AKBP. Tri Yuliyanto mengatakan patroli cyber dilakukan untuk mengurangi keresahan masyarakat akibat hoax dan hate speech (ujaran kebencian).

“Apalagi sekarang ini sebagian digital. Harus ada patroli cyber supaya tidak menyebarkan berita bohong dan ujaran kebencian. Tidak menimbulkan perpecahan dalam masyarakat,” kata Kapolres via pesan WhatsApp kepada porostimur.com, Jumat (6/7).

Link Banner

Patroli cyber di dunia maya, menurut Kapolres, dilakukan untuk antisipasi penyebaran hoax, ujaran kebencian, kampanye hitam maupun fitnah.

“Kami mengawasi setiap aktivitas di dunia maya khususnya media sosial, apalagi sekarang tensi politik terus memanas,” kata Kapolres.

Baca Juga  Lanud Pattimura Gelar Komsos Kreatif Lomba Fotografi Bawah Laut

Menurutnya, langkah yang dilakukan ini merupakan salah satu bentuk pengamanan yang tidak hanya di dunia nyata saja tetapi dunia maya pun harus diawasi,sebab bisa saja terjadi ketersinggungan akibat saling menghujat yang akhirnya menyebabkan bentrokan di dunia nyata.

Maka dari itu, pihaknya juga mengimbau kepada warga internet (warganet) agar bijak dalam memanfaatkan internet atau media sosial, jangan sampai akibat ulahnya yang menyebar berita harus berurusan dengan pihak kepolisian dan dijerat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Selain itu, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan aktivis media sosial agar jika ada informasi atau berita hoaks, ujaran kebencian maupun fitnah untuk segera melapor atau memberi tahu kepada netizen yang menyebar informasi tersebut agar menghapusnya.

Baca Juga  Razia di Hunimua, Polsek Saluhutu amankan 250 liter sopi

Sekaligus memberitahukan sanksi jika menyebar hoaks di media sosial karena bisa terancam hukuman 10 tahun penjara. Untuk itu, saring sebelum sharing harus dilakukan netizen sehingga dalam memanfaatkan teknologi komunikasi ini bisa lebih cerdas dan tidak mudah terprovokasi.

“Dalam penanganan kasus berita hoaks, ujaran kebencian dan sejenisnya kami mengedepankan preventif atau pencegahan, tetapi jika terus dilakukan berulang maka tentunya kami akan bertindak tegas,” tambah Kapolres di hari ulang tahunnya.