“Yang baru adalah ketidakpedulian. Komando senior menutup mata, dan kejahatan terus berlanjut,” ujarnya.
Sementara itu, organisasi hak asasi manusia Euro-Med Human Rights Monitor juga melaporkan adanya indikasi pola penjarahan sistematis selama operasi militer berlangsung.
Dalam laporannya, organisasi tersebut menyebut pasukan Israel melakukan penggerebekan rumah warga, mengambil uang serta barang berharga, dan melakukan tindakan serupa di wilayah lain seperti Gaza dan Tepi Barat.
Tambah Daftar Dugaan Pelanggaran
Kesaksian para prajurit ini menambah daftar panjang tuduhan pelanggaran yang muncul selama operasi militer Israel di Lebanon selatan.
Hingga kini, belum ada penjelasan resmi secara menyeluruh dari pihak militer Israel terkait berbagai tudingan tersebut. Publik internasional pun terus menyoroti perkembangan situasi di wilayah konflik tersebut, termasuk kemungkinan adanya pelanggaran hukum humaniter internasional.
(red/beritasatu)
Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com










