Terbengkalai di Lepas Pantai Yaman,Tanker ini Jadi Bom Apung

oleh -60 views
Link Banner

@porostimur.com | Yaman: Sebuah kapal tanker yang ditinggalkan di dekat Pantai Yaman menjadi bom waktu serta ancaman bagi Laut Merah dan perairan dunia.

Dilansir Pantau.com, para ahli memperingatkan bahwa penumpukan gas volatil di kapal tersebut dapat menyebabkan ledakan yang akan menyebabkan jutaan galon minyak mencemari lautan.

Kapal tanker yang terdampar sejak 2015 di dekat Pelabuhan Yaman Ras Isa, berisi sekitar 1,1 barel minyak bumi. Terdampar selama bertahun-tahun tanpa perawatan, kapal itu kini kondisinya semakin memburuk yang akan menjadi malapetaka lingkungan global dalam sejarah.

Kapal tanker yang terdampar itu diketahui milik perusahaan minyak negara, Yemen Oil and Gas Corporation, dilansir Russian Times, Rabu (24/7/2019).

Link Banner

Bergantung pada waktu dan arus air, ledakan dari kapal tanker itu mungkin akan mengalir ke Terusan Suez, dan mungkin akan menyebar ke Selat Hormuz, demikian pernyataan Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Kemanusiaan Mark Lowcock kepada Dewan Keamanan PBB.

Baca Juga  Zidane Ingin Permainan Madrid Lebih Cepat dan Agresif

“Saya serahkan kepada Anda untuk membayangkan dampak bencana tersebut terhadap lingkungan, jalur pelayaran, dan ekonomi global,” ucapnya seraya menambahkan bahwa pembahasan perlu dilakukan untuk menyelesaikan masalah itu secepat mungkin.

Dikutip dari The Guardian pada Selasa (23/7/2019), para pejabat PBB berencana mengunjungi kapal terkait pekan ini, untuk menilai skala kerusakannnya.

Lowcock mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa organisasinya telah merencanakan untuk meriset keadaan kapal itu, namun timnya ditolak oleh pemerintah setempat dan menolak memberikan izin yang diperlukan.

Meskipun awalnya militan Houthi di wilayah itu menawarkan bantuan untuk penyelesaian kapal itu, namuan Lowcock mengatakan para pejabat Houthi terus menunda setiap langkah untuk mengatasi masalah tersebut.

Baca Juga  Selain Irwan Hongarta, Polisi Telah Periksa 15 Orang Terkait Kasus Jembatan Air Bugis

Pemimpin Houthi sebelumnya telah menyerukan akan memberika izin untuk mengevakuasi kapal yang bernilai hampir USD60 juta. Namun, sanksi internasional yang dijatuhkan kepada negara itu membuat pemerintah enggan memberikan izin rencana itu.

Koalisi Saudi di Yaman menggunakan masalah kapal tanker itu untuk mengkritik pemerintah. Sejak perang sipil dimulai pada 2015, dua badan pemerintah bersaing untuk legitimasi Yaman, meskipun koalisi Saudi yang mendapat pengakuan internasional. 

Konflik telah membuat Yaman ke salah satu bencana kemanusiaan terburuk di dunia, menurut PBB dan kelompok hak asasi. Lebih dari 14 juta orang bergantung dengan bantuan internasional. (red)