Penulis: Apriansyah
Setiap hari COVID 19 berevolusi. Semakin ganas dan semakin efektif dalam penyebarannya. Semakin mampu beradaptasi dengan lingkungan. Perhatikan bahwa hanya dalam hitungan 30 hari hampir seluruh permukaan bumi sudah terjangkiti olehnya.
Pemberitaan TV dan obrolan di sosmed, bergunjing soal ganasnya virus Corona, dalam beberapa bulan terakhir.
WHO merilis, jumlah korban meninggal akibat corona secara global, nyaris mencapai angka 5 ribu orang. Lebih dari 132 ribu orang terinfeksi di sedikitnya 120 negara di dunia. Seketika, dunia menjadi tempat yang mengerikan.
Penduduk bumi hidup dalam kepanikan. Rasa was-was, bahkan cemas saat bertemu orang atau berada diruang publik.
Banyak dari kalangan Baik itu dari Politisi, pengamat maupun ahli kesehatan memintah Pemerintah untuk Lockdown, Guna Mengantisipasi penyebaran virus tersebut.
Hal ini tentu saja membuat pemerintah dilematis. Apa sebabnya? Karena Indonesia negara kaya hanya dilaporan. Apabila di Lockdown maka negara akan chaos dan ambruk dalam hitungan hari. Tetapi apakah 271 juta rakyat ini harus dikorbankan?
Lockdown memang membuat kita mundur 10 langkah. Tetapi kita akan menyelamatkan banyak nyawa. Rakyat hanya perlu ditata dan diajarkan untuk prihatin dan lapar sejenak, tetapi mereka akan terhindar dari banyak kasus kematian.




