Namun di sisi lain, ia juga pernah menyampaikan kritik terhadap pihak asing dan organisasi non-pemerintah yang dianggap berpotensi memecah belah.
Pemerintah Bantah Tudingan
Menanggapi sorotan tersebut, pemerintah menegaskan bahwa ruang kritik tetap terbuka luas bagi masyarakat. Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman, menyatakan Presiden Prabowo justru mendorong masyarakat untuk menyampaikan pendapat.
“Bapak Presiden mau setiap saat minta masukan. Kita harus berani bicara, tetapi juga harus berani mendengarkan pendapat orang lain,” ujarnya.
Dudung juga membantah adanya intimidasi terhadap kelompok masyarakat sipil maupun pihak yang kritis terhadap pemerintah.
“Jangan kemudian seakan-akan ada intimidasi. Jangan dibuat-buat seperti itu,” tegasnya.
Perdebatan Publik Menguat
Sorotan dari media asing tersebut muncul di tengah perdebatan publik mengenai arah demokrasi Indonesia pasca Pemilu 2024.
Meski demikian, pemerintah memastikan komitmen untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus menjamin ruang demokrasi tetap berjalan, termasuk kebebasan menyampaikan kritik sebagai bagian dari sistem pemerintahan yang terbuka.
(Tim)
Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com











