Tiga Puisi Dino Umahuk

oleh -161 views
Link Banner

Balada Orang-orang Kalah

sudah seratus tahun lebih sejak Nuku pergi
tidak ada lagi laki-laki perkasa yang angkat senjata
semua kita menjadi jelata menghamba pada jakarta
tanah air penuh airmata. dimana-mana

tanah air telah diminta. waktu soekarno datang deng hatta
katong kasih jua
lalu para sultan mati merana

seribu ton kopra katong kasih jua
lalu sekarang tak punya harga

kini tanah katong seng punya
sebab habis dijual penguasa
anak cucu menunggu binasa. airmata dimana-mana

November 2021

=======

Dimana Kini Tuan Bertahta

-Kepada yang Mulia Sultan Tidore-

coba bentangkan peta indonesia lalu bentangkan pula peta maluku, maka dari tanjung sopi sampai kisar, itu sepertiga wilayah indonesia.

tarik sedikit garis sejarah lalu hamparkan di atas kekinian indonesia, maka dari donggala, bima, alor sampai papua adalah tanah air kita. bahkan timor leste yang kini merdeka pernah juga ada sangaji disana.

Baca Juga  Bupati Pulau Morotai Dilantik Sebagai Kamabicab Gerakan Pramuka Kwarcab Morotai

siapa islamkan arung palakka dengan gelar sultan saaduddin ? permaisuri dari kie raha jua yang melahirkan raja-raja mereka. ake santosa saksi cerita.

ketika indonesia muda butuh wilayah dengan hati rela kita kasih jua, meski ibu kota lalu menjadi desa. meski sultan ternate mati merana.

ketika republik muda tiada berpunya, seribu ton kopra kita kirim jua lalu kini tiada berharga.

morotai dan kao juga aru kita kasih jua biar bisa rebut papua dari tangan belanda. lalu kini tiada bernama.

kita kini halaman belakang nusantara padahal dahulu para raja eropa berebut sengketa membelah dunia menjadi dua. tordesilas tipu daya penuh muslihat.

abad berlalu, waktu melalu, lalu segala binasa dalam sengketa di tanah air yang tak lagi kita punya. cuma nama dan bendera-bendera. dimana kini para sultan bertahta?

Baca Juga  Satgas Yonarhanud 11/WBY Gelar Syukuran Bersama Tokoh Masyarakat dan Anak Yatim

apa makna kadera di senayan sana bila tanah air dalam petaka. bila rakyat hidup merana. cinta kita tiada sama di dada garuda, sebab ia masih saja membuang muka. kepada siapa tuan menuntut bela kalau tidak kepada baginda

cukup sudah duka lara, selesai sudah derita yang lama. kepada tuan kami datang menuntut bela.

Batavia 21 November 2018

=======

Di Teluk Baguala Aku Mengingatmu Adinda

puisiku adalah syair cinta abadi yang tersimpan rapi di ruang sepi hatimu
meski aku lama pergi, kembali pulang dan menemukanmu adalah riwayat paling kutuju menuju rumah

senja menyapa dermaga tua di pantai Galala tempat dahulu cinta menyeberang dan kembali
meski perahu-perahu layar itu tak nampak lagi, cinta kita tiada pernah menuju mati

sebatang besi tua masih berdiri di sana bagai dewa laut sang penjaga
setia ia merawat cerita, menjadi penanda
bagi lelaki yang mendambakan rumah
bila kelak Ia pulang merebahkan lara

Baca Juga  Lima Puisi Dino Umahuk

di manakah sampan-sampan
yang mengasuh kenangan masa muda kita?
setelah jembatan membentang angkuh di atas telukmu yang menjauhkan kita dari garam?
yang memupus aromamu nan laut dari detak nafas dan tatap mata?

lekaslah nona, mendekatlah sayang
tuntun aku melayari telukmu walau tak lagi serimbun dahulu
dahan bakau dan semak tubuhmu membasuh pilu

tuntun aku menziarahi kenangan yang pernah kita kubur di batas pantai
biar kubasuh semua luka masa lalu itu dengan air mata haru
sambil mengenang senja di tanjung marthafons
ketika kau gemetar menerima ciumanku yang pertama dalam keharuman pucuk bunga

puisiku adalah kamu
dan akan begitu seiring waktu

Ambon, 20 Oktober 2020

=======

No More Posts Available.

No more pages to load.