Di babak 8 besar, kata Mirwan, diterapkan system konock out. Empat tim yang lolos akan melakoni laga Semi Final, kemudian 2 tim yang menang berlaga di partai pamungkas.
“Memang di Kaki Langit Cup II ini kami sengaja membuat format pertandingan beregu. Ternayata mendapat respon yang baik dari para pemain dan pencinta Bulutangkis di Kota Tidore Kepulauan,” jelasnya.
Penyelenggara turnamen ini, menurut dia, dirinya berterimakasih kepada Fadly, selaku Owner Blok M Sport Hall yang menyediakan tempat pertandingan. ”Bagi kami, selaku anak muda yang hobi olahraga Bulutangkis, Fadly mampu menyiapkan tempat untuk komunitas, perkumpulan serta atlet Bulutangkis di Tidore Kepulauan. Semangatnya luar biasa, kita pautut apresiasi,” ungkapnya.
Ketua PB. Kaki Langit Murad Polisiri menambahkan, ia berjanji akan terus menggelorakan Kaki Langit Cup, karena kepannya tidak hanya Halteng yang kita undang, tetapi Kota Ternate, Haltim dan kabupaten-kabupaten lainnya juga kita akan undang.
“Sebagai inisiator turnamen, di Kaki Langit berikutnya, ada rencana membuka lomba dengan kategori usia-usia dini. Tidak hanya itu, kita akan mencari bibit-bibit untuk pembinaan untuk melahirkan atlet Bulu Tangkis dari Tidore yang bisa berlaga di event-event nasional,” tambah Murad yang juga Ketua Komisi II DPRD Tikep, saat dikonfirmasi, Senin (13/3/2023).










