Tiyo Ardianto Terlalu Berani

oleh -56 views

Mungkin saja ada banyak mahasiswa yang memiliki kegelisahan yang sama. Mungkin ada yang menyimpan kritik yang serupa. Mungkin ada yang tidak sepakat dengan berbagai kebijakan pemerintah. Tetapi kegelisahan yang hanya beredar di ruang-ruang tertutup tidak pernah menjadi percakapan publik. Kritik yang hanya berhenti di lingkaran pertemanan tidak pernah menjadi bagian dari kontrol sosial yang sehat.

Karena itu, Tiyo menjadi penting bukan karena ia harus selalu benar. Tidak ada manusia yang selalu benar. Ia penting karena mengingatkan bahwa fungsi moral mahasiswa belum sepenuhnya hilang.
Bahwa masih ada anak muda yang bersedia mengambil posisi yang tidak nyaman demi menyampaikan apa yang menurutnya perlu dikatakan.

Baca Juga  Revisi Perda “Taka Ruang”

Negara semestinya melihat fenomena ini dengan kepala dingin.

Seorang mahasiswa yang menyampaikan kritik bukan ancaman bagi republik. Ancaman justru muncul ketika warga negara mulai takut berbicara. Demokrasi tidak pernah runtuh karena terlalu banyak kritik.
Demokrasi justru kehilangan rohnya ketika kritik dianggap sebagai gangguan yang harus dibungkam.

Karena itu, negara tidak perlu menyetujui semua yang dikatakan Tiyo Ardianto. Negara juga tidak wajib menganggap seluruh kritiknya benar.

No More Posts Available.

No more pages to load.