Jadi kalau sekarang 28 tahun kemudian ada yang mempersoalkan dan menuduh Pak JK memainkan isu agama dan bahkan menghina Umat Kristiani jelas salah kaprah, gagal paham terhadap ucapan atau ceramah Pak JK.
Saya bersetuju dengan dugaaan bahwa hal itu dipersoalkan karena Pak JK terakhir ikut mengomentari Masalah Ijazah Palsu. Maka patut diduga yang mempersoalkan Pak JK adalah bagian dari pertahanan diri kelompok itu.
Namun, sayangnya dia salah paham bahkan gagal paham sehingga mengungkapkan paham yang salah dan berbahaya bagi kerukunan bangsa. Dia juga agaknya kurang membaca bahwa Pak JK lah yang berperan mendamaikan konflik-konflik di Tanah Air, selain Poso dan Ambon, juga Aceh. (**)









