Turki Tangkap 15 Mata-mata Mossad Israel dalam Operasi Rahasia

oleh -78 views
Link Banner

Porostimur.com – Istanbul: Organisasi Intelijen Nasional Turki (MIT) menangkap 15 mata-mata yang bekerja untuk Mossad , badan intelijen Israel yang beroperasi di luar negeri. Surat kabar lokal pada Kamis (21/10/2021) melaporkan belasan orang itu ditangkap dalam operasi rahasia pada 7 Oktober lalu.

Menurut laporan surat kabar Sabah, semua mata-mata yang ditangkap adalah orang Arab. Mereka terbagi dalam lima sel yang masing-masing terdiri dari tiga orang.

Salah satu dari lima sel melakukan kontak dan bertemu dengan petugas kasus dari Mossad dan memberikan informasi dan dokumen penting untuk Israel.

Laporan itu mengatakan informasi tentang mahasiswa Turki dan asing di Turki diberikan kepada Mossad dengan imbalan pembayaran uang. Sel-sel mata-mata itu bekerja melawan penentang Israel di Turki.

Salah satu mata-mata utama, diidentifikasi sebagai A.B. oleh laporan itu, diduga mengumpulkan informasi tentang fasilitas apa yang disediakan Turki untuk warga Palestina yang menentang Israel di negara itu.

Baca Juga  Kapolda Maluku Pimpin Vicon Bersama Polres Jajaran

A.B. memasuki Turki pada akhir 2015 dan dilaporkan sebagai orang hilang pada Juni tahun ini. Laporan dia hilang dimaksudkan untuk mengalihkan perhatian terhadap sel-sel mata-mata yang sudah berada di bawah pengawasan sejak saat itu.

Dua mata-mata lainnya, diidentifikasi sebagai R.A.A. dan M.A.S., juga pernah dilaporkan hilang.

Laporan itu muncul hanya beberapa minggu setelah kantor berita Shehab yang berafiliasi dengan Hamas melaporkan bahwa tujuh warga Palestina yang dilaporkan hilang di Turki telah ditangkap dinas intelijen Turki karena memata-matai “tokoh nasional Palestina” di Turki untuk Badan Intelijen Umum Otoritas Palestina dan Mossad.

Bulan lalu, media Palestina melaporkan bahwa sejumlah warga Palestina telah hilang di Turki. Awal bulan ini, Kementerian Luar Negeri Palestina mengumumkan bahwa keberadaan beberapa warga Palestina yang hilang telah diidentifikasi, setelah pihak berwenang Turki menghubungi keluarga mereka.

Baca Juga  Kapolda Maluku Resmikan Rumah Dinas Pastorial

Menurut laporan Shehab, orang-orang Palestina direkrut Mossad dengan tawaran pembayaran uang dan ancaman akan dihalangi untuk pembaruan paspor mereka.

Layanan keamanan Turki juga menemukan bahwa sejumlah uang yang berasal dari Layanan Intelijen Umum (GIS)—badan intelijen Otoritas Palestina—dikirim ke orang-orang Palestina yang bergerak dengan cara yang mencurigakan dan intens terutama setelah Operasi Penjaga Tembok (Operation Wall Guardian) pada bulan Mei.

Tujuan dari mata-mata GIS, lanjut laporan Shehab, adalah untuk mempersiapkan operasi pembunuhan terhadap tokoh-tokoh Palestina terkemuka di Turki.

Laporan tersebut mengeklaim bahwa Israel enggan melakukan operasi sendiri di Turki karena kekhawatiran akan reaksi Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Lebih lanjut, laporan Shehab mengeklaim bahwa Omar al-Nayef, yang meninggal di Kedutaan Besar Palestina di Bulgaria pada 2016, terbunuh dalam operasi yang dilakukan oleh Kepala GIS Mayor Jenderal Faraj untuk Israel.

Baca Juga  Pria Marlboro Pertama Meninggal di Usia 90 Tanpa Pernah Merokok

(red/sindonews)