Laporan tersebut mengeklaim bahwa Israel enggan melakukan operasi sendiri di Turki karena kekhawatiran akan reaksi Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.
Lebih lanjut, laporan Shehab mengeklaim bahwa Omar al-Nayef, yang meninggal di Kedutaan Besar Palestina di Bulgaria pada 2016, terbunuh dalam operasi yang dilakukan oleh Kepala GIS Mayor Jenderal Faraj untuk Israel.
(red/sindonews)




