Tutup kegiatan pesta dan karaoke, piket SPKT Polres MTB nyaris bentrok

oleh -107 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Benturan kepentingan terjadi dalam tubuh Kepolisian Resort (Polres) Maluku Tenggara Barat (MTB).

Pasalnya, di saat piket Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) hendak melerai kegiatan pemutaran lagu dan karaoke yang berlangsung dari Kamis malam hingga Jumat (24/8), sekitar pukul 02.00 Wit, ternyata Kepala Satuan (Kasat) Intel dan Keamanan (Intelkam) Polres MTB, justru tidak menunjukkan profesionalismenya sebagai anggota kepolisian dan malah berpihak kepada masyarakat.

Ujung-ujungnya, hampir saja baku hantam antara anggota kepolisian dan anggota masyarakat tak terelakkan.

Informasi yang diterima wartawan dari tubuh Polda Maluku menyebutkan pada Jumat dinihari, piket Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres MTB menerima laporan masyarakat, bahwa ada masyarakat yang memutar lagu dan karaoke sehingga mengganggu kenyamanan masyarakat, di kompleks BTN Atas tepatnya pada area Jembatan Baru.

Usai menerima laporan itu, Kepala Unit (Kanit) SPKT Polres MTB, Aipda Ferson Koraag kemudian memerintahkan 2 anggota SPKT, Bripda Eli Yanada dan Bripda Petra Malaihollo, untuk turun langsung ke TKP dan menegur  langsung masyarakat tersebut.

Baca Juga  Kemenag Siapkan Tiga Skenario Pelaksanaan Ibadah Haji 2021

Keduanya pun turun ke TKP dan menegur masyarakat tersebut dengan sopan agar kegiatan tersebut dibubarkan.

Namun, sambil berkaca pinggang, Sekretaris BKD Maluku Tenggara Barat (MTB), Pede Batlayeri, tidak menerima teguran yang dilayangkan tadi.

Sambil berkacak pinggang ia berteriak kepada kedua anggota piket SPKT tadi, ”Ferson Koraag anjing itu dia siapa? Bilang dia nanti beta telpon Kapolres dan Kasat Intelkam”.

Mendengar itu, keduanya kemudian menghubungi SPKT melalui handie talkie (HT) seraya memberitahukan perihal dimaksud.

Menerima laporan bawahannya, Koraag pun tetap memerintahkan keduanya agar menutup kegiatan dimaksud, mengingat sudah ada laporan oleh masyarakat akan gangguan kenyamanan saat istirahat.

Namun di saat Malaihollo sedang berkoodinasi itulah, Batlayeri kemudian membentaknya serta hendak memukulinya.

Ternyata, saat itu Batlayeri sudah dalam pengaruh minuman keras (miras).

Saat keduanya mengamati anggota masyarakat yang ada dalam acara dimaksud, ternyata ada juga Sekretaris Kabupaten (Sekkab) MTB.

Baca Juga  Mantapkan Kemanunggalan TNI Rakyat, Danlantamal VIII Gelar Komsos dan Bhakti Sosial

Saat itu juga, Malaihollo langsung melaporkan kejadian itu ke sentra 0.0.

Seluruh anggota Polres MTB yang sedang berjaga, kemudian diperintahkan Koraag untuk turun bersama ke TKP.

Dan sesampainya di TKP, Koraag pun terlibat perbantahan mulut dengan Batlayeri.

Bahkan di saat saling membentak terjadi antara keduanya, Batlayeri juga sempat mengancam untuk memindahtugaskan Koraag ke tempat tugas yang lain.

Saat itu juga, makian dan umpatan bagaikan hewan dilayangkan Batlayeri kepada Kanit dan seluruh petugas yang sudah hadir untuk menghentikan kegiatan dimaksud.

Mirisnya lagi, saat terjadinya perbantahan antara Batlayeri dengan Koraag, Kasat Intel Polres MTB yang sedang berada di lokasi justru berpihak dan membantu membela Batlayeri.

Tak terima dikati hewan dan dimaki, Koraag pun memerintahkan anggota SPKT untuk membawa Batlayeri ke Mapolres MTB untuk diambil keterangannya.

Sayangnya, saat itu juga Kasat Intel tetap membela Batlayeri dan menghalangi anggota SPKT agar tidak membawa yang bersangkutan ke Mapolres untuk diambil keterangannya.

Baca Juga  Unpatti Lahirkan 990 Sarjana, Wagub: Teknis dan Sains Jadi Ujung Tombak

Kesal dan kecewa dihalangi Kasat Intel, Koraag pun menendang kursi yang berada di depannya.

Begitupun piket Provos yang berupaya keras melerai insiden ini, mengingat banyaknya anggota dari gabungan fungsi maupun Polsek Saumlaki yang sudah berdatangan ke lokasi kejadian.

Seolah mendapat angin, Batlayeri semkain mengganas, terlebih sudah banyak anggota masyarakat yang bersiap-siap hendak mengeroyokj piket SPKT dan seluruh petugas yang turun mengamankan kejadian dimaksud.

Tak pelak, pada Jumat (24/8) siang itu juga, anggota piket SPKT Polres MTB kemudian dipanggil menghadap langsung kepada Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Maluku.

Hingga berita ini ditayangkan, masih belum ada konfirmasi jelas hasil penanganan Wakapolda atas benturan kepentingan di lapangan yang terjadi antara Kasat Intelkam Polres MTB dengan Kanit SPKT. (pt-02)