Di masa muda, kepercayaan mulai datang. Bang Ule dipercaya memimpin berbagai organisasi kepemudaan dan organisasi profesi. Jejak organisasinya kemudian membawanya ke ruang yang lebih luas: organisasi politik dan peran strategis di kementerian negara sebagai tenaga ahli, dengan jejaring nasional yang kian menguat.
Dalam setiap amanah, ia memegang satu prinsip sederhana namun tegas: kepercayaan adalah kehormatan, dan kehormatan hanya bisa dijaga dengan kejujuran serta konsistensi sikap.
Dari Aktivis ke Pemimpin Politik
Semua peran itu tidak hadir secara tiba-tiba. Ia berakar kuat pada perjalanan hidup yang dijalani sejak masa kanak-kanak hingga dewasa. Maka ketika Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Provinsi Maluku digelar pada 8 September 2025 lalu, terpilihnya Umar Ali Lessy sebagai Ketua DPD Golkar Maluku secara aklamasi bukanlah sebuah kebetulan sejarah.
Bagi banyak kader, Bang Ule dipandang sebagai sosok ideal yang merepresentasikan kesinambungan nilai, pengalaman organisasi, dan semangat pembaruan. Kepemimpinannya hadir bukan di ruang kosong, melainkan berdiri di atas fondasi sejarah panjang Golkar di Maluku.
Golkar Maluku sejak awal dikenal sebagai partai yang mengakar kuat di masyarakat kepulauan—menjangkau negeri-negeri adat, pulau-pulau terluar, hingga komunitas majemuk Maluku. Nilai pela-gandong, musyawarah, dan hidup orang basudara telah lama menjadi napas politik Golkar di Bumi Raja-Raja.









