Penguatan konektivitas antarpulau menjadi salah satu kebutuhan mendasar. Demikian pula dengan pengembangan ekonomi berbasis kelautan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Potensi yang berada di laut, menurut Lessy, harus dapat diterjemahkan menjadi aktivitas ekonomi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Dengan posisi geografis yang strategis, MBD juga memiliki peluang untuk berkembang sebagai kawasan perbatasan yang tidak hanya berfungsi sebagai penanda teritorial, tetapi juga sebagai ruang pertumbuhan ekonomi dan interaksi regional.
Namun, peluang tersebut membutuhkan dukungan pembangunan yang konsisten.
Ketersediaan transportasi, jaringan komunikasi, fasilitas pendidikan dan kesehatan serta infrastruktur dasar menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari upaya membangun kawasan perbatasan.
Bagi Lessy, keberhasilan pembangunan MBD pada akhirnya akan menentukan bagaimana negara hadir di wilayah terluar.
Jika kawasan tersebut mampu tumbuh menjadi wilayah yang maju, terkoneksi dan memiliki daya saing, maka persepsi sebagai Forgotten Islands dapat ditinggalkan.
MBD, katanya, justru dapat mengambil identitas yang berbeda: bukan kepulauan yang terlupakan di ujung Indonesia, melainkan kawasan yang berada di garis depan Indonesia dalam berhadapan dengan dunia.









