Emrus sendiri berharap Indonesia bisa memiliki industri mobil listrik dan bisa melakukan ekspor di saat Presiden Jokowi masih menjabat.
“Kenapa? Karena kita memproduksi nikel (bahan baku baterei mobil listrik) termasuk yang terbesar,” tegasnya.
Senada itu, pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin mengingatkan Ahok untuk membicarakan persoalan korporasi secara internal. Setelah menjadi satu kebijakan yang solid, menjadi kewajiban bagi semua elemen di dalam korporasi untuk berjalan di alur yang sama.
“Hal-hal yang konsumsi internal, tak bagus diumbar ke luar,” kata Ujang Komarudin. (red/jmsi)





