Porostimur.com, Jakarta – UNESCO kembali melayangkan kritikan atas rencana pemerintah membangun proyek ambisius di Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala departemen warisan alam badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk urusan pendidikan dan kebudayaan tersebut, Guy Debonnet, menganggap pemerintah Indonesia tidak transparan soal kajian proyek wisata yang dikhawatirkan memiliki dampak negatif terhadap lingkungan dan habitat komodo di pulau tersebut.
“Negara pihak (Indonesia) tidak memberi tahu kami, seperti yang disyaratkan dalam pedoman operasional (terkait situs warisan dunia),” kata Debonnet dikutip dari Associated Press pada 23 Desember lalu.
“Ini jelas merupakan proyek yang menjadi perhatian, karena kami merasa bahwa dampaknya terhadap nilai universal (taman nasional) belum dievaluasi dengan baik,” tambah Debonnet.
Tak hanya itu, UNESCO pada Juli juga sempat menyuarakan kekhawatiran atas proyek Taman Nasional Komodo ini. Beberapa di antaranya yakni soal pembangunan infrastruktur yang akan menghabiskan satu per tiga dari total luas alam liar di taman nasional tersebut.
UNESCO juga prihatin soal penilaian dan analisis pemerintah yang minim soal dampak lingkungan dari proyek tersebut, terutama terkait target menarik pengunjung dalam jumlah banyak.




