Keandalan dan relevansi informasi yang terkandung didalamnya menjadi krusial dalam mendukung keputusan invenstasi, pembiayaan dan kebijakan publik namun dalam praktik, laporan keuangan tidak selalu mencerminkan realitas ekonomi perusahaan secara objektif.
Intervensi manejerial yang bersifat strategis yang dikenal dengan istilah earnings management atau manajemen laba sering kalu mengaburkan substansi ekonomi sesungguhnya dari entitas pelapor. Secara global, praktik manajemen menjadi perhatian serius.
Dikatakan pula, Fenomena manajemen laba tidak dapat dipisahkan dari dinamika hubungan keagenan antara manajer dan pemilik modal. Dalam banyak organisasi, manajer memiliki insentif untuk menyajikan citra kinerja yang baik demi menjaga reputasi, kompensasi, atau keberlangsungan posisi mereka. Konflik kepentingan ini menjadi semakin kompleks ketika di kombinasikan dengan tekanan pasar, regulasi yang longgar, dan kelemahan dalam sistem tata kelola.
Sayangnya, literature dan pendekatan akademik terhadap isu ini masih didominasi oleh kerangka normative dan positivistic yang cenderung menilai manajemen laba sebagai penyimpangan yang standar. Pendekatan seperti ini mngabaikan dimensi keprilakuakn yang mendasari motivasi manajerial dan konteks sosial-budaya yang membentuk keputusan pelaporan.












