Usia baru, TNI AU programkan pengadaan alutsista

oleh -46 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Senin 9 April 2018 kemarin menjadi hari yang penting bagi tNI Angkatan Udara yakni memasuki usianya yang ke-72 tahun.

Memasuki usianya yang baru ini, salah satu program prioritas TNI AU adalah mengadakan dan memperbaharui peralatan utama sistim pertahanan (alutsista).

Hal ini ditegaskan Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU), Marsekal TNI Yuyu Suhana,SE,MM, melalui sambutannya dalam upacara HUT TNI AU ke-72, Senin (9/4).

Dalam rilis berita yang diterima wartawan, menyebutkan Suhana merencanakan TNI AU mempembaharui alutsista yang sudah dimiliki sebelumnya.

Adapun alutsista yang direncanakan akan diperbaharui di antranya pesawat tempur, tanker, hingga network warfare sekalipun.

Baca juga : Lumalatal Masuk Daftar Kampung KB SBB

Kendalikan Penduduk, DP3A P2KB SBB Bentuk Kampung KB Di Mornaten

Mayat Anggota TNI Nyangkut Di Kail Nelayan Galala

”Berbagai upaya senantiasa dilakukan untuk dapat mewujudkan sebuah kondisi kekuatan udara yang ideal. Dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas Angkatan Udara serta fasilitas, sarana prasarana lainnya, maka pada Renstra IV, kita merencanakan untuk terus membangun kekuatan udara. Yaitu, mengganti pesawat Hawk 100I200 dengan pesawat tempur yang lebih modern, pengadaan pesawat Tanker dan pesawat Awacs, serta melanjutkan pengadaan radar GCI dan membangun Network centric Warfare. Dengan demikian di penghujung Renstra IV, TNI AU akan mampu memantapkan jati diri SGbagai tentara profesional dengan peralatan dan alutsista modern, untuk siap dihadirkan di mana saja dan kapan saja,” ujarnya.

Baca Juga  Longboat dihantam kayu, 1 penumpang meninggal

Menurutnya, untuk sampai pada tahapan dimaksud masih banyak persiapan yang harus dilakukan, baik secara kebijakan atau regulasi, fisik hingga anggaran.

”Membangun kekuatan udara yang diinginkan, tentunya tidak bisa dalam waktu sekejap, serta tidak mungkin menunggu sampai musuh datang menyerang atau mengeksplorasi potensi yang ada di wilayah dirgantara nasional. Perlu sebuah konsep strategis dengan elemen yang terkait dengan tujuan, kepentingan, sasaran, kebijakan dan komitmen serta program-program yang realistis, berlanjut dan berkesinambungan,” jelasnya.

Program yang disusun dan direncanakan sesuai tahapan dan regulasi yang ada, akunya, dimaksudkan untuk menjamin proses pengadaan sesuai prosedur melalui keputusan Dewan Penentuan Pengadaan atau Wantuanda, demi terwujudnya organisasi yang clean Govemmenv and good governance.

Baca Juga  Komnas HAM Mediasi Tiga Kasus di Maluku

Bukan saja alutsista yang menjadi perhatian pihaknya, namun kesejahtern prajurit pun menjadi prioritas.

Di mana, beberapa kebijakan untuk meningkatkan kejejahteraan prajurit dan perwira TNI AU di antaranya peningkatan renumerasi, tunjangan pensiun dan program pembangunan 1000 rumah non dinas wajib Pertahanan.

”Target yang ingin dicapai adalah mulai tahun 2019 melalui Tabungan bagi seluruh prajurit dan perwira TNI AU yang memasuki masa pensiun, telah memiliki rumah pribadi. Sehingga dengan adanya jaminan ini bisa membantu pelaksanaan tugas kita, khususnya yang berkaitan langsung dengan operasional penerbangan,” pungkasnya. (keket)