Utada disini mencoba menggebrak kebiasaan lagu tema untuk anime yang biasanya bernada cepat dan mempunyai musik tidak beraturan yang membuat bingung pendengar musik awam dan hanya bisa didengarkan oleh pecinta anime saja.
Ini merupakan lagu tersensual dan terintim untuk sebuah lagu tema untuk anime dan bisa jadi sehabis ini banyak lagu tema untuk anime yang lebih intim, jujur dengan musik yang rapi dan berbeda dari norma musik anime agar pesan dari lagu tersebut bisa mengikuti tema besar anime-nya dan bisa didengarkan telinga pendengar orang awam.
Lewat cuitannya di Twitter ia mengatakan bahwa album barunya “akan berbicara banyak soal memperbaiki hubungannya dengan diri sendiri dan mencoba lebih jujur terhadap diri sendiri sambil mengobati perihnya sebuah hubungan dan melalui single “Pink Blood” kita bisa merasakan hal itu.
Dibalik tema dan lagunya yang begitu halus Utada mencoba menjadi lebih kuat dan lebih mencintai dirinya sendiri dan menggoda pendengarnya lewat suaranya yang sensual untuk merasakan hal yang sama.
Sebuah godaan yang sangat positif karena bisa membawa pendengarnya menjadi pribadi yang lebih baik dan sejauh ini “Pink Blood” menjadi lagu tema untuk anime terbaik sepanjang dekade 2020’an dan tentu saja kedua yang terbaiknya adalah single Utada sebelumnya yaitu “One Last Kiss”.











