Listrik untuk Wilayah 3T
Selain kawasan industri, Yuliot juga menyoroti pentingnya pemerataan listrik hingga ke desa-desa, terutama di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Ia menilai pemanfaatan energi baru terbarukan, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang dilengkapi sistem penyimpanan energi, menjadi solusi strategis.
“Wilayah 3T adalah benteng kita bersama. Ketika listrik hadir, di situ ada pendidikan yang lebih baik, ekonomi yang bergerak, dan harapan yang tumbuh,” ungkapnya.
PLN Pastikan Keandalan Sistem
Sementara itu, General Manager PLN UIW Maluku dan Maluku Utara, Noer Soeratmoko, menyampaikan bahwa kondisi kelistrikan di wilayah tersebut terus mengalami perbaikan meskipun tantangan geografis sebagai daerah kepulauan masih cukup besar.
“Tantangan geografis wilayah kepulauan tetap menjadi perhatian bagi kami dalam memastikan listrik yang andal dan merata. Ke depan kami berkomitmen untuk terus mendukung program pemerintah dalam memudahkan kegiatan energi serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penyediaan listrik yang andal dan berkelanjutan,” ujarnya.
Saat ini, sistem kelistrikan di Maluku dan Maluku Utara ditopang oleh 168 sistem yang melayani sekitar 889.973 pelanggan. Dengan daya mampu mencapai 457,15 MW dan beban puncak sekitar 292,82 MW, masih terdapat ruang untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan listrik ke depan.









