Warga 3 Dusun di Negeri Waai Minta Presiden Jokowi Pindahkan Ambon New Port ke Lokasi Lain

oleh -428 views
Link Banner

Porostimur.com – Ambon: Warga tiga dusun do Negeri Waai, Kecamatan Salahutu, Maluku Tengah, Pulau Ambon meminta Presiden Joko Widodo agar memindahkan lokasi pembangunan Ambon New Port ke tempat lain yang lahannya masih kosong.

Permintaan ini disampaikan oleh warga Dusun Batu Dua, Ujung Batu, dan Batu Naga melalui Ketua Tim Kuasa Hukum, Abdul Safri Tuakia, SH, MH.

“Kami selaku kuasa hukum dan warga tiga dusun di Negeri Waai, meminta Presiden Joko Widodo, Gubernur Maluku Murad Ismail, Kementrian Perhubungan dan Kementrian kelautan dan perikanan, untuk segera memindahkan lokasi pembangunan Ambon New Port dan Lumbung Ikan Nasional ke tempat lain yang lahannya masih kosong dan luas,” tegas Tuakia dalam keterangan tertulisnnya yang diterima redaksi Porostimur.com, Jum’at (12/11/2021).

Baca Juga  Hasil Liga Italia: Cristiano Ronaldo jadi 'Tumbal' Setelah Juventus Tahan Imbang Lazio

Tuakia membeberkan sejumlah persoalan yang menjadi alasan pentingnya memindahkan Ambon New Port ke lokasi lain, mulai dari lokasi pembangunan yang rawan bencana, rusaknya lingkungan, dampak kesehatan pada warga sekitar, tidak setimpalnya ganti rugi, serta adanya intimidasi dan diskriminasi ketika warga ketiga dusun itu mecari keadilan.

Tuakia juga menyebutkan adanya dugaan kecurangan administrasi berupa data warga yang mendukung atau setuju.

“Jumlah 400 KK lebih yang diklaim pemerintah, tidak sesuai dengan fakta di lapangan alias klaim sepihak dan tidak berdasar,” tukasnya.

“Jumlah tersebut sudah dibantah oleh warga tiga dusun pada saat konsultasi publik. Warga yang menolak titik lokasi dipakai untuk pembangunan Ambon New Port yakni kurang lebih 300an yang menolak,” imbuhnya.

Baca Juga  Pemuda Muhammadiyah Minta Polres Kepulauan Sula Seriusi Kasus Pencurian Laptop & Proyektor Milik Diknas Sula

Lebih jauh, Tuakia menyebutkan lokasi pelabuhan di Negeri Waai adalah lokasi rawan bencana. Pembangunan juga akan menggusur lahan subur. Terdapat pula pelanggaran administrasi berupa tidak ada studi kelayakan, AMDAL, IPL dan lain-lain, menyalahi RTRW sebelum direvisi.

“Sebab itu, kita harus memastikan pembangunan berkelanjutan terlaksana. Pembangunan berkelanjutan tidak bisa dibenarkan jika berdampak buruk pada warga di sekitarnya,” ungkap Tuakia.

Ditambahkan, pembangunan Ambon New Port di titik lokasi tiga dusun bersifat destruktif. Pasalnya pembangunan mengesampingkan kepentingan lingkungan, minim keterlibatan masyarakat dan kerap melanggar HAM.

Atas dasar itulah, warga berharap Presiden Jokowi mau memindahkan proyek pembangunan Ambon New Port ke lokasi lain yang masih kosong dan luas. 

Baca Juga  Danrem 151/Binaiya: Kapan Saja Kami Siap Divaksin

“Itu dinilai lebih manusiawi daripada membangun Ambon New Port di Dusun Batu Dua, Ujung Batu, dan Batu Naga di Negeri Waai,” pungkasnya. (red)

No More Posts Available.

No more pages to load.