Porostimur.com, Tual – Bentrokan antara warga Desa Fidatan Lama dan Fidatan Baru, Kecamatan Pulau Dullah Utara, Kota Tual, kembali memakan korban. Tidak hanya warga sipil, Kapolres Tual AKBP Whansi Des Asmoro juga mengalami luka panah di kaki kiri saat mengamankan situasi.
Dalam peristiwa saling serang yang menggunakan bom molotov hingga panah waer tersebut, sejumlah korban diketahui bukan merupakan pelaku bentrokan, melainkan warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Ketua Komisi I: Keselamatan Harus Jadi Prioritas
Menyikapi kondisi itu, Ketua Komisi I DPRD Kota Tual, Yudha Pratama, mengimbau masyarakat agar tidak mendekati lokasi bentrokan dan menjadikan konflik sebagai tontonan.
“Konflik ini bukan tontonan, jangan menjadikan konflik sebagai ajang untuk menonton,” ujar Yudha usai menjenguk salah satu warga korban bentrokan, Selasa (24/2/2026).
Menurutnya, keselamatan diri harus menjadi prioritas utama dalam situasi tidak kondusif.
“Hari ini saya menjenguk salah satu korban yang ternyata bukan pelaku tawuran, melainkan warga yang berada di lokasi karena rasa penasaran,” ungkapnya.
Ia menegaskan, situasi chaos seperti ini menjadi pelajaran penting bahwa siapa pun berpotensi menjadi korban.
Aparat Juga Jadi Korban
Selain warga, Yudha juga menjenguk anggota kepolisian yang tertembak senapan angin saat menjalankan tugas pengamanan. Ia menyayangkan aparat yang hadir untuk menjaga ketertiban justru menjadi sasaran.









