Warga Karawang Akan Hadang Rencana Pengiriman Limbah Medis Dari Maluku

oleh -29 views
Link Banner

Porostimur.com | Karawang: Berbagai kalangan di Karawang, Jawa Barat, menolak rencana pengiriman limbah medis Covid-19 yang berasal dari Kota Ambon dan Maluku Tengah ke PT. Jasa Medivest Plant Karawang yang beralamat di jalan Interchenge Dawuan Kalihurip Cikampek.

Salah satu pihak yang menolak pengiriman limbah media asal Maluku itu adalah Ormas Gibas Cinta Damai Resort Karawang.

Menurut Samsudin Wakil Sekertaris Gibas Cinta Damai Resort Karawang, apapun alasannya pihaknya akan menolak pengiriman limbah medis covid-19 sebanyak 46,8 ton yang akan di datangkan dari Maluku ke Karawang.

“Gibas Cinta Damai Resort Karawang menolak dan akan melakukan penghadangan kalau limbah Covid-19 tersebut benar akan di datangkan ke Karawang,”tegas Samsudin seperti dilansir dari kabarsebelas.com, Sabtu (14/11/2020).

Link Banner

Kata Samsudin, jika tidak dikelola dengan baik, limbah medis dari penanganan pasien dengan penyakit menular dikhawatirkan menjadi sumber penularan penyakit bagi masyarakat sekitar.

Baca Juga  PPFI Imbau Masyarakat Film Berpartisipasi Tekan Angka Covid-19

Meski limbah medis tersebut bukan sepenuhnya berasal dari pasien, tapi juga dari tenaga medis yang menangani pasien, angka itu bisa menjadi gambaran kasar potensi limbah medis selama wabah covid masih ada.

“Jenis limbah APD atau lainnya yang dihasilkan dari pasien COVID-19 ini potensi selain infeksi, juga ada potensi dimanfaatkan kembali secara ilegal oleh orang-orang tidak bertanggung jawab,” kata Samsudin Kmd.

Rencananya, sebanyak 46.861,75 kilogram atau 46,8 ton limbah Medis Covid-19 dari Provinsi Maluku yang dikumpulkan sejak bulan Mei 2020 hingga bulan Oktober 2020, akan dikirimkan ke Jawa Barat, tepatnya ke Desa Dawuan Tengah, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang.

“Puluhan ton limbah Covid-19 yang terkumpul tersebut berasal dari Kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) dan Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB),” ujar Roy C Siauta, Kepala DLH Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Maluku, pada Jumat, 13 November. (red)