Warga Longgar–Apara di Kepulauan Aru Terlibat Bentrok, Dua Orang Tewas

oleh -467 views

Berlanjut Jumat Pagi

Bentrok kembali pecah pada Jumat pagi dan berujung pada korban jiwa serta korban luka-luka. Aparat keamanan kemudian turun tangan untuk mengamankan situasi dan mencegah bentrokan meluas.

Bupati Kepulauan Aru Timotius Kaidel bersama Kapolres Kepulauan Aru AKBP Albert Perwira Sihite telah turun langsung ke lokasi konflik untuk melihat secara langsung kondisi di lapangan serta memastikan situasi keamanan dapat segera dikendalikan.

Kapolres Kepulauan Aru AKBP Albert Perwira Sihite mengatakan, konflik tersebut dipicu oleh persoalan minuman keras.

“Ada yang mau pergi ke Desa Apara beli sopi, tapi dipukul. Kebetulan juga luka lama. Nah, terjadilah saling serang itu. Ini dari kemarin dan berlanjut tadi pagi,” jelas AKBP Albert saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Ia mengungkapkan, akibat bentrokan tersebut terdapat korban meninggal dunia dan luka-luka.

Baca Juga  Republik Konoha dan Kutukan Mediokritas Kekuasaan

“Dua orang meninggal dunia dan sembilan orang luka-luka,” pungkasnya.

Kronologis Awal Kejadian

Berdasarkan keterangan korban pemukulan, Markus Laguy (25), warga Desa Longgar, sekitar pukul 15.36 WIT ia bersama Maksimus Kobaun menuju Desa Apara untuk membeli minuman keras jenis sopi di kediaman Tony Rainuni.

Namun dalam perjalanan, mereka dihadang oleh seorang pemuda Desa Apara bernama Choky Salekubang (18) bersama sekitar 10 orang lainnya. Setelah menanyakan tujuan korban, kelompok tersebut diduga langsung melakukan pemukulan. Korban kemudian melarikan diri untuk menyelamatkan diri.

No More Posts Available.

No more pages to load.