Warga Ongkoliong Demo, Sekkot Ambon: Kami Sedang Teliti dan Pelajari Datanya

oleh -82 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Warga Ongkoliong, Desa Batumerah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Senin (29/3/2021) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Walikota Ambon.

Massa aksi yang kira-kira berjumlah 40 orang dan sebagian besar merupakan ibu-ibu warga Ongkoliong itu datang dengan Angkot, ditemani sejumlah pelajar dan mahasiswa.

Wais Alkarni Upuorlat, korlap aksi, yang ditemui wartawan usai melakukan aksi di Lapangan Merdeka mengatakan, mereka datang untuk meminta kejelasan terkait dana yang yang dijanjikan sebesar Rp 15.000.000, per KK yang sudah disepakati dan dijanjikan Sekertaris Kota Ambon dalam pertemuan, Jumat (1/4/2020) silam.

Wais bilang, pertemuan tersebut dihadiri oleh Sekretaris Kota Ambon, Kepala Dinas Sosial, BPBD, serta Pemerintah Negeri Batu Merah dan diundang juga RT/RT setempat.

Link Banner

“Saya sebagai kordinator lapangan hari ini menyatakan sikap kami akan turun dengan jumlah masa yang besar, dengan satu tujuan kami akan meminta kepada Pemerintah kota Ambon, terkait dengan apa yang sudah dibicarakan oleh sekretaris Kota Ambon,” ungkapnya.

Baca Juga  3 Fakta di Balik Kekecewaan RI atas Sikap Shell yang Hengkang dari Blok Masela

“Karena saat ini Sekretaris kota Ambon, seakan- akan tidak mempedulikan kami punya tuntutan, sehingga sekretaris kota Ambon mengalihkan lagi ke Asisten 1 untuk menerima kedatangan kami, dan dijaga langsung petugas satuan polisi pamong Praja (POL.PP) dan juga kepolisian yang turut berjaga,” imbuhnya.

Wais berjanji akan kembali menggelar unjuk rasa dengan jumlah masa yang besar.

“Memasuki Bulan Suci Ramadan ini kita berharap sangat dari Pemerintah untuk dapat merealisasi Pernyataan Mereka pada Jumat (1/4/2020) lalu,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Kota Ambon, Anthony Gustaf Latuheru, SH, M.Si, MH, ketika dimintai tanggapannya terhadap aksi tersebut, di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ambon, pemerintah Kota Ambon sedang menelusuri semua data terkait kepemilikan dan hak para korban untuk mendapatkan bantuan.

Baca Juga  Polres Kepulauan Aru Tangkap Bandar Togel Yang Meresahkan Warga

“Ternyata tidak mudah seperti yang mereka katakan, itu musti telusuri lagi, karena ada yang punya sertifikat dan ada yang tidak punya sertifikat, sehingga kita harus lihat dan pelajari dulu secara saksama,” jawabanya. (nicolas)