Porostimur.com, Ternate — Badai Tropis Penha yang terbentuk di Laut Filipina pada Rabu (4/2/2026) malam berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap kondisi cuaca dan gelombang laut di Maluku Utara. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, serta peningkatan tinggi gelombang di sejumlah perairan sekitar wilayah tersebut.
BMKG menyebutkan, siklon tropis Penha dapat memengaruhi kondisi atmosfer di kawasan timur Indonesia, khususnya Maluku Utara, Sulawesi Utara, dan Gorontalo.
Hujan Lebat Berpotensi Guyur Maluku Utara
Dalam keterangan resminya, BMKG menjelaskan bahwa keberadaan Badai Tropis Penha berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di Maluku Utara. Kondisi ini dipengaruhi oleh peningkatan aktivitas konvektif dan pola angin di sekitar sistem siklon.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat berdampak pada aktivitas darat, terutama di wilayah rawan genangan dan longsor.
Gelombang Tinggi Ancam Perairan Sekitar
Selain hujan, Penha juga memicu peningkatan tinggi gelombang laut. BMKG mencatat gelombang kategori sedang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di Samudra Pasifik utara Papua Barat hingga Papua, perairan Kepulauan Sangihe, serta Laut Sulawesi bagian timur.









