Weda, Lain Dulu-Lain Sekarang

oleh -113 Dilihat

Jangan menunggu kota tumbuh terlalu cepat baru pemerintah sibuk mengejar ketertinggalan infrastrukturnya.

Kota harus dirancang sebelum masalahnya menjadi permanen.

Pertumbuhan tidak boleh mengorbankan lingkungan

Ada ironi lain dalam perjalanan Weda.

Dulu, soki dan rawa dipandang sebagai bagian dari medan yang menyulitkan pembangunan. Hari ini, kawasan-kawasan ekologis semacam itu justru harus dilihat sebagai aset yang perlu dilindungi.

Pertumbuhan pertambangan dan industri membawa konsekuensi lingkungan yang tidak boleh dianggap sebagai biaya sampingan pembangunan.

Pada Juli 2025, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pengelolaan lingkungan di kawasan industri dan pertambangan nikel Halmahera Tengah.

Ini penting. Sebab industri sebesar apa pun harus tunduk pada prinsip bahwa keuntungan ekonomi tidak boleh dibayar dengan kerusakan ekologis yang diwariskan kepada generasi berikutnya.

Weda tidak boleh menukar keterisolasian masa lalu dengan persoalan lingkungan di masa depan.

Baca Juga  Islam Tidak Melarang Berhias, Ini Batas Makeup bagi Muslimah

Pembangunan yang baik bukan pembangunan yang hanya terlihat besar hari ini.

Pembangunan yang baik adalah pembangunan yang tetap masuk akal ketika anak cucu kita kelak menilainya.

Dari membangun jalan menjadi menentukan arah

Data BPS menunjukkan bahwa ekonomi Halmahera Tengah memang sedang mengalami perubahan struktural yang besar. BPS bahkan telah menerbitkan PDRB Halmahera Tengah 2021–2025 sebagai salah satu basis untuk membaca perkembangan ekonomi daerah.

No More Posts Available.

No more pages to load.