Widya Pratiwi Seberangi Lautan untuk Jumpai Para Penenun Tanimbar

oleh -8 Dilihat

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kabupaten Kepualauan Tanimbar, Joice Fatlolon, mengatakan, tenun ikat sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Tanimbar. Selain memiliki 47 ragam motif, tenun ikat Tanimbar juga sudah terdaftar dan mendapat pengakuan hak cipta dari Kementerian Hukum dan HAM.

“Motif kita sudah 47 motif yang terdaftar, dan masih banyak motif lagi yang belum didaftarkan. Tiap kecamatan kita punya ciri khas motifnya sendiri-sendiri,” katanya.

Persoalan yang dihadapi para penenun, kata Joice, adalah harga yang belum seragam. “Penenun kita juga belum bisa mengelolah manajemen usahanya. Mereka belum bisa kelola modal untuk bahan baku, sebab keuntungan langsung dikonsumsi. Akhirnya bila ada pesananan, mereka biasanya minta panjar. Ini juga perlu pendampingan,” kata istri Bupati KKT Petrus Fatlolon ini.

Baca Juga  Siapkan Skenario Serangan terhadap Iran, AS Kerahkan 10 Pesawat Kargo Militer ke Israel

Hari ketiga kunjungan kerja Widya Murad Ismail ke KKT selain berjumpa dan berdialog dengan para pengrajin tenun ikat Tanimbar, dia juga melakukan serangkaian kegiatan yakni menyerahkan bantuan alat pengelolaan pangan berbasis sumberaya lojal (jagung), serta silaturahmi dan tatap muka dengan pengurus Tim Penggerak PKK KKT dan organisasi perempuan se-KKT. Ikut dalam rangkaian kunjungan ini pula Wakil Ketua I Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku Betrix Orno, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku Elvis Pattiselano, dan perwakilan BI Ambon Purwanto (keket)