Porostimur.com | Saumlaki: Meskipun tidak bisa berenang, istri Gubernur Maluku, Widya Murad Ismail, pantang menyeberangi lautan dari Pulau Yamdena menuju Pulau Matakus di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Kamis (29/8). Widya mengaku, perjalanan menumpangi speedboat dengan waktu tempuh 30 menit itu, cukup membuatnya tegang.
“Saya ini tidak bisa berenang, jadi 30 menit di atas speedboat tadi jantung berdebar-debar terus,” ujar Widya saat menjumpai puluhan perempuan penenun di Desa Matakus.
Kehadiran Widya di Pulau Matakus dalam rangkaian kunjungan kerjanya selama tiga hari ke Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT). Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Maluku ini ingin menjumpai langsung para perempuan penenun di pulau itu. Selain penenun asal Matakus, puluhan perempuan penenun dari pulau sekitar juga datang.
“Saya rasa bangga sebagai ibunya orang Maluku, termasuk ibunya masyarakat disini. Ini bentuk tanggungjawab saya sebagai istri Gubernur. Mau tidak mau, saya harus hadir di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia mengaku, jatuh hati pada tenun asal Tanimbar karena motif dan kekhasannya. Kecintaannya pada tenun ikat ini, karena di semua kegiatan dan acara yang diikutinya selama berkunjung ke KKT, kain tenun selalu dominan menjadi bahan pakaian masyarakat. Alasan ini pula yang mendorongnya ingin menjadikan KKT sebagai kabupaten kreatif berbasis tenun ikat.




