Fasilitas tersebut mengintegrasikan proses manufaktur alat berat, penelitian dan pengembangan (R&D) yang disesuaikan dengan kondisi operasional di Indonesia, serta layanan purna jual.
Dengan produksi yang dilakukan di dalam negeri, perusahaan menargetkan waktu pengiriman menjadi lebih singkat sekaligus mampu memenuhi kebutuhan sektor pertambangan, pembangunan infrastruktur, hingga logistik kawasan industri.
Pada kesempatan yang sama, XCMG juga memperkenalkan wheel loader listrik XC968-EV yang menggunakan sistem penggerak motor ganda terintegrasi.
Perusahaan mengklaim alat berat tersebut mampu menekan biaya operasional hingga sekitar 78 persen serta mengurangi biaya perawatan sekitar 60 persen dibandingkan alat berat berbahan bakar fosil pada kelas tonase yang sama.
Selain itu, setiap unit diperkirakan dapat mengurangi emisi karbon dioksida hingga sekitar 150 ton per tahun sehingga dinilai mendukung pengembangan kawasan industri rendah karbon dan tambang hijau.
Serap Tenaga Kerja Lokal
XCMG menyatakan Basis Manufaktur Energi Baru Indonesia juga akan dikembangkan sebagai pusat ekonomi sirkular melalui pengelolaan alat berat bekas dan remanufaktur komponen.
Saat ini sekitar 80 persen tenaga kerja di operasional XCMG Indonesia merupakan pekerja lokal. Perusahaan juga berkomitmen terus meningkatkan kompetensi sumber daya manusia Indonesia melalui pengembangan kapasitas dan pelatihan.











