Fasilitas kesehatan juga disebut terdampak berat. Sebanyak 38 rumah sakit, 96 pusat layanan kesehatan, 197 ambulans, 84 kendaraan darurat, dan 16 pusat pertahanan sipil dilaporkan mengalami kerusakan atau tidak lagi berfungsi.
Laporan tersebut juga mencatat sekitar 58.800 anak menjadi yatim piatu serta lebih dari 2,14 juta kasus penyakit menular, termasuk lebih dari 71.000 kasus hepatitis.
Tempat Ibadah Ikut Terdampak
Pemerintah Gaza menyebut sejumlah tempat ibadah turut mengalami kerusakan selama konflik.
Dalam laporannya disebutkan sekitar 1.047 masjid hancur, 210 masjid lainnya mengalami kerusakan, serta tiga gereja turut terdampak. Pemerintah Gaza juga menyatakan ratusan imam, penceramah, guru Al-Qur’an, dan tokoh agama menjadi korban selama konflik berlangsung.
Kerugian ekonomi akibat perang diperkirakan mencapai sekitar 80 miliar dolar Amerika Serikat, dengan sekitar 34 miliar dolar di antaranya berasal dari sektor perumahan.
Situasi Masih Memanas
Menurut laporan Pemerintah Gaza, meski sempat berlaku gencatan senjata pada Oktober 2025, serangan dan ketegangan disebut masih terus terjadi hingga saat ini. Pemerintah Gaza juga menuduh pembatasan distribusi bantuan kemanusiaan, makanan, dan obat-obatan masih berlangsung.
Sementara itu, ketegangan juga dilaporkan terjadi di wilayah Tepi Barat dan kawasan Yerusalem Timur. Kantor berita Palestina WAFA melaporkan adanya kunjungan sejumlah pemukim Israel ke kompleks Masjid Al-Aqsa yang mendapat pengawalan aparat keamanan Israel, yang oleh otoritas Palestina disebut sebagai tindakan provokatif.









