matahari masih paleo waktu itu
kain merah mengular di dahi mengkilap para opa
mereka duduk melingkari paparisa
hidung mana yang berani menolak aroma hangus kayu bakar?
cakalang kuah kuning memotong ombak
mereka ingin kawin lari dengan papeda di saat bulan pake payong
para-para menjelma altar untuk pantat balanga yang masih mengepul
para oma berkeringat di bawah asap yang berputar di atap
di kampung; perut ibuku tidak bersekutu dengan beras
ia hanya mencintai dan berenang di tumpukan tumang
setiap kali ayam jantan kukuruku
tubuhnya mekar menyerupai sayap maleo
lalu ayah melatih tangan ibuku di ibu kota
jari manisnya bersemayam lumbung padi
kemudian aku lahir dan membenci setiap nyanyian
tentang pohon dan batang berduri
Ambon, Agustus 2023
======
Kau Kutulis Jadi Puisi
Karya: Firman Wally
Aku menemui jejakmu yang kaku
di jalan yang diberi nama rindu
ketika malam sibuk mengubur senja
di telaga mataku
lalu kau kutulis kembali
di majalah kumpulan puisi
supaya waktu tak lebih bercahaya
melangkahi binar senyummu
Aku menulis dengan tangan
yang seringkali menyebut namamu
di tirai malam
agar riwayat pertemuan kita
tidak dilumat congkaknya waktu
Tahoku, 02 Agustus 2023
======
Gelang Langit
Karya: Abdul Wahid Rumagia
Seruncing tombak nyonya Martha
membelah lautan dada serupa tongkat Musa
aku laksana Majnun yang membusuk di kubur Layla..











