Enam Puisi Nuriman Bayan

oleh -164 views

Halmahera

Ke tanjung yang sama kita lepas mata kail
pulang kita bawa ikan yang berbeda

ke kebun yang sama kita tanam parang dan cangkul
pulang kita bawa buah yang berbeda

Halmahera selalu kaya bagi kita yang rajin.

2021.

=====

Yang Mengapung

Perahu demi perahu yang buihnya mengapung di depan, bagai kiloti di antara tanjung dan teluk, aku mungkin salah satu yang paling tabah menghadang arus, meski hujan dan angin tak henti-henti mendera. Sebab aku telah berjanji kepada kandunganmu, kepada anak kita, kua kabur yang harum di belanga setiap pagi, ikannya berasal dari senar dan mata kailku sendiri.

2021.

=======

Laut Dan Kami

Laut tidak hanya biru di mata kami
tapi juga di dalam tubuh kami
ketika kami melaut, lalu angin, arus, dan ombak
berdatangan, kami tidak takut. Sebab jika kami hanyut
atau tenggelam, kami hanya mati di dalam hati kami sendiri
itu salah satu alasannya, mengapa kami ingin laut kami tetap biru.

Baca Juga  Rakor TEKAD Halbar: Produksi Beras Taboso Capai 4,5 Ton

2021.

======

Selain Suara Ngaji

Su yang kita nyanyikan dengan panjang dan merdu adalah lagu tidur paling dekap untuk anak kita yang ingin lelap. Setiap kita menyanyikannya kita selalu mendengar suara mama dan suara papa bergetar, dan kita seperti di ayunan, seperti di pangkuan mama yang duduk di atas koi dan difan buatan papa. Semerdu-merdunya kita menyanyikannya, kita hanya mengulangi nyanyian lama yang mama dan papa pernah nyanyikan untuk kita.

No More Posts Available.

No more pages to load.