Kopi Dabe dan Taburan Rempah

oleh -558 views

Dalam pengantar buku Hikayat Negeri Kopi , Pepih menceritakan tentang kopi. Negeri yang dimaksud tidak lain adalah Indonesia, atau lebih sempit lagi Takengon, Aceh tempat di mana pak Syukri bermukmin dan bekerja sebagai PNS di Kabupaten. Dalam cerita hikayat Negeri Kopi, tentang kopi Gayo dari Aceh yang lebih dominan, karena inilah sesungguhnya “ruh” dari buku hikayat tersebut.

Gaya hidup, misalnya, kopi secara umum diceritakan sebagai sebuah “tradisi baru” dalam bersosialisasi. Dengan sendirinya kopi sudah menjadi fungsi sosial yang menggeratkan sejumlah orang dalam satu ikatan sama, yakni sama-sama tukang ngopi. Kopi dipandang sebagai penghubung “antara individu yang semula belum saling kenal”. Dengan kopi, ruang persahabatan dan pergaulan menjadi terjalin. Kopi adalah mata uang persahabatan. Orang-orang bisa menjadi follower atas apa yang sedang diceritakan di ruang-ruang sosial dengan pengikat kopi.

Baca Juga  Tembak Jatuh Helkopter Apache AS, Ini Pesan yang Hendak Disampaikan Iran

Sesunggunya minuman bir, miras yang tersedia di berbagai macam hotel dan café, dengan sendirinya tergeser karena kehadiran kopi. Kehidupan masyarakat saat ini, sudah akrab dengan kopi di kota-kota besar. Karena disana ada kopi yang tumbuh di café-café, misalnya kopi toraja, kopi gayo dan masih banyak lagi jenis kopi. Ruang sosial yang sementara terbuka bebas yang dirasakan oleh masyarakat, kopi sudah tentu sebaga jembatan penghubung untuk menemukan suasana baru “wifi” gratis sehingga membuat anak muda bisa mengakses, mencari usaha membuka usaha warung kopi.

No More Posts Available.

No more pages to load.