“Saya baru memahami bahwa membaca bersama anak bukan hanya membacakan buku, tetapi kita juga bisa mengajak anak bertanya dan bercerita tentang apa yang mereka lihat dan dengar. Menurut saya, cara seperti ini membuat anak lebih tertarik untuk membaca,” ungkap Wati.
Melalui kegiatan tersebut, para orang tua diharapkan dapat menerapkan metode pembelajaran interaktif melalui membaca nyaring bersama anak di rumah.
Sementara Duta Baca MTsN 2 Kotamobagu dan Komunitas Siswa Madrasah Mengajar MAN 1 Kotamobagu diharapkan dapat membawa metode tersebut ke berbagai kegiatan literasi di sekolah maupun lingkungan masyarakat.
Diseminasi Buku Saku Silakata menjadi salah satu langkah Duta Bahasa Sulawesi Utara dalam mendorong budaya literasi sejak usia dini sekaligus memperkenalkan kekayaan ekologis daerah melalui cerita yang dekat dengan kehidupan anak.
Masyarakat juga dapat mengakses buku saku, media edukasi dan informasi terbaru mengenai Silakata melalui laman Arunika Silakata.
Pada akhirnya, cerita tentang Coelacanth bukan hanya tentang ikan purba yang kembali ditemukan di perairan Sulawesi Utara.
Di tangan Duta Bahasa Sulawesi Utara, kisah tersebut menjadi jembatan untuk mempertemukan bahasa, buku, sains dan lingkungan.










