19 Tahun Tidur di Pangkuan Kolonial

oleh -1 Dilihat

Tidak seperti kapitalisme misalnya, yang punya dasar kokoh tentang pasar yang lahir dari hakekat manusia. Demikian juga sosialisme/komunisme juga lahir dari dasar yang sama kokohnya, yakni melawan eksploitasi manusia atas manusia. Tapi nasionalisme? Apa hasil akhir manusia yang diperjuangkan? Manusia yang merdeka? Merdeka dari apa?

Dan nasionalisme seringkali adalah emosi. Bukan nalar. Jadi tokoh yang kita bicarakan ini, tahu persis bahwa kritik dan olok-olok yang menyudutkannya itu harus ia jawab dengan menyisipkan kolonialisme. Dus, pada saat bicara kolonialisme dia sebenarnya mencoba menjadi nasionalis!

Hanya saja, kawan kita yang bertahun-tahun membaui Kali Pepe di Solo ini, tidak pernah belajar sejarah. Negara ini didirikan dengan dasar kolonialisme. Tidak akan ada Indonesia tanpa kolonialisme!

Baca Juga  Debut Manis Xabi Alonso, Chelsea Taklukkan Fulham 3-2 dalam Drama Lima Gol

Mungkin Sodara akan jengkel dengan kenyataan ini. Namun itulah yang sebenarnya terjadi. Jadi, Sodara kira sangat mudah menyatukan orang-orang dari berbagai bahasa, suku, adat-istiadat ini? Kekuatan apa yang mampu menjadi penyatu jajaran kepulauan yang katanya dari barat ke timur ini?

Indonesia dalam hampir semua hal adalah pewaris negara kolonial. Kita mewarisi sistem hukum kolonial. Kita mewarisi wilayah yang persis sama dengan wilayah administrasi kolonial. Kita mewarisi semua infrastruktur fisik, infrastruktur ekonomi, dan bahkan infrastruktur kebudayaan serta politik kolonial!

No More Posts Available.

No more pages to load.