mewangi bunga kasturi yang tersimpuh
di jalan waktu
kau abadi di sini bersama rindu
aku tak kuasa menolak rasa
aku mencintaimu, kekasihku
seperti angin menjamah buih yang tak ragu-ragu
seperti camar di atas perahu berlayar
dan seperti kail pada senar
cintaku padamu kekasihku
semerbak aroma jantung pada tubuh
seindah lantunan ayat suci di waktu subuh
dan seindah fajar bersahaja di tanjung leihitu
kekasihku
merinduimu adalah jalan buntu
untuk siapa saja yang melaju
pada pada pintu perasaanku
dan hatiku adalah rumah kepunyaanmu
tempatmu bernaung
tanpa harus menungggu rindu
memanggilmu pulang
Tahoku, 02 Agustus 2023
======
Kau Kutulis Jadi Puisi
Aku menemui jejakmu yang kaku
di jalan yang diberi nama rindu
ketika malam sibuk mengubur senja
di telaga mataku
lalu kau kutulis kembali
di majalah kumpulan puisi
supaya waktu tak lebih bercahaya
melengkahi binar senyummu
Aku menulis dengan tangan
yang seringkali menyebut namamu
di tirai malam
agar riwayat pertemuan kita
tidak dilumat congkaknya waktu
Tahoku, 02 Agustus 2023
========
Firman Wally, pria kelahiran Tahoku 03 April 1995. Penulis buku Lelaki Leihitu. Saat ini aktifitasnya selain menulis, juga sebagai pengajar di SMA NEGERI 27 MALUKU TENGAH. Akun Instagram: firmanwally02











