Empat Puisi Muhammad Diadi

oleh -19 views
Link Banner

Bau Soya Soya

Pernah kubaca sebuah sejarah
tentang perlawanan Sultan Babullah pada penjajah
atau orang Galela-Tobelo dengan salawaku berdarah
bediri di atas perahu kora-kora dengan suba terarah

Dano-dano Bayan mengikat sorban putih dikepala
mulut para khatibi dipenuhi mantra kabasarang
atau cerita sang Kiemalaha Mamuya berwajah Patimura
yang memerintah dengan adat serta adab pendahulu

Soya-soya mengeluarkan baunya
ketika sang anak lahir berdarah dano
ayah dengan senyum menyentuh hati
khadarat dinyanyikan dengan tifa para tetuah

Kelahiran adalah jodoh dari kematian
maka bacakan mantramu pada sajadah tua
semoga kau selalu sehat dalam harapmu
terima kasih telah menjadi adik dari nuraniku.

Mamuya, 30 Agustus 2021

========

Mantra Kapita

Di altar bangsaha para kapita membaca
mantra dengan khusyuk tak lupa jimat arca
di baluti kain merah hitam sambil mencerca
bau dupa tercium sudah kasuba menghanca

Baca Juga  Tiga Puisi Muhammad Diadi

Bismillah
Ani asali o tona no, noliho o tona ka
Ani asali o ake no, noliho o ake ka
Ani asali o paro no, noliho o paro ka
Ani asali o uku no, noliho o uku ka

Atap sabua diasapi mantra pintu masuk
diberi tanda roh para lelehur mengamuk
sudah saatnya jasad musuh membusuk
agar salawaku dan parang tak menjadi lapuk

Tiang dadaru di gantungi kepala musuh
para kapita menari cakalele membunuh
suara-suara manyele bergemuruh
mantra, pakatang dan dodoti memajuh

Bismillah
Tona ma bou ngohi ma bou
Ake ma bou ngohi ma bou
Paro ma bou ngohi ma bou
Uku ma bou ngohi ma bou.

Mamuya, 28 Agustus 2021

=========

Baca Juga  Remaja Putri Ditemukan Tak Bernyawa. Pelaku Diamankan Polisi

Lisawa

Dari rahim ibu kelu ia lahir
Dengan senyum berlapis doa
Ia diberi hidup oleh ayah Diadi
Begitulah cinta di hutan Lisawa

Aku sering diajaknya bermain
Senyum dan tawanya yang manja
Ua sapaan ia kepadaku deng nada sendu
Kau itu perempuanku kau adalah puisiku

Dia sangat menyukai air telaga dan laut
Saban ia lahir ibunya sering membawanya ketelaga
Sambil mencuci pakiannya yang mungil
Aku mencintaimu atas dasar ketiadaan

Raudatul Jannah namanya
Nama yang diberika neneknya
Ketika langit mengeluarkan cahaya
Serta bumi memberinya cinta.

Mamuya, 24 Agustus 2021

=======

Menjagamu dalam Dopo-dopo

Engkau itu perempuan Halmahera
yang cantiknya bak Talaga Galela
matamu serupa ngo’osa i’tokola
senyummu serupa leru capaka
manjamu serupa namo gotopo

Baca Juga  Mati mesin, pickup terbalik di tanjakan Kece

Masih tersimpan jelas di ingatan
tentang hikayat cinta marasamalukahi
yang meminang perempuan Igobula
sungguh cintanya tak meragu kekasih
ia lelaki ngidiho yang berhati khodoba

Kemarin aku bertemu dengan pemuda
bernama Sipanyong di Pulau Tomia
dia bercerita tentang kekasih lautnya
bernama Padatimu dengan nada sendu
sungguh ia membuatku cemburu kekasih

Aku tak mau cintaku serupa kiema-dudu
yang semalam suntut mabuk di atas julu-julu karena kekasihnya berselingkuh hingga ia menari cakalele bersama air mata betapa hatinya ditombak oleh pengkhianatan

Mendekatlah perempuanku akan
aku bacakan dopo-dopo topora ketika
laut Mamuya menjadi tenang serupa
aku yang menyatakan cinta dengan hati
dan kertas yang bertuliskan puisi untukmu

Ternate, 4 April 2020

=======

No More Posts Available.

No more pages to load.