Empat Puisi Muhammad Diadi

oleh -436 views

Bau Soya Soya

Pernah kubaca sebuah sejarah
tentang perlawanan Sultan Babullah pada penjajah
atau orang Galela-Tobelo dengan salawaku berdarah
bediri di atas perahu kora-kora dengan suba terarah

Dano-dano Bayan mengikat sorban putih dikepala
mulut para khatibi dipenuhi mantra kabasarang
atau cerita sang Kiemalaha Mamuya berwajah Patimura
yang memerintah dengan adat serta adab pendahulu

Soya-soya mengeluarkan baunya
ketika sang anak lahir berdarah dano
ayah dengan senyum menyentuh hati
khadarat dinyanyikan dengan tifa para tetuah

Kelahiran adalah jodoh dari kematian
maka bacakan mantramu pada sajadah tua
semoga kau selalu sehat dalam harapmu
terima kasih telah menjadi adik dari nuraniku.

Mamuya, 30 Agustus 2021

========

Baca Juga  Prioritaskan Keselamatan Warga, PUPR Halsel Tambal 10 Segmen Jalan Berlubang di Labuha

Mantra Kapita

Di altar bangsaha para kapita membaca
mantra dengan khusyuk tak lupa jimat arca
di baluti kain merah hitam sambil mencerca
bau dupa tercium sudah kasuba menghanca

Bismillah
Ani asali o tona no, noliho o tona ka
Ani asali o ake no, noliho o ake ka
Ani asali o paro no, noliho o paro ka
Ani asali o uku no, noliho o uku ka

Atap sabua diasapi mantra pintu masuk
diberi tanda roh para lelehur mengamuk
sudah saatnya jasad musuh membusuk
agar salawaku dan parang tak menjadi lapuk

Tiang dadaru di gantungi kepala musuh
para kapita menari cakalele membunuh
suara-suara manyele bergemuruh
mantra, pakatang dan dodoti memajuh

No More Posts Available.

No more pages to load.