Dari jumlah tembakan itu, Real Madrid berhasil mendapatkan tiga gol. Gol-gol Los Blancos dicetak oleh Vinicius Junior (27′, 65′), dan Marco Asensio (36′).
Sebaliknya, Liverpool dengan 55 persen penguasaan bola hanya mampu melepaskan tujuh tembakan melebar, dan satu tembakan akurat. Satu-satunya gol The Reds dihasilkan Mo Salah (51′).
Bermain Tenang
Keunggulan agregat 3-1 memberi keuntungan tersendiri buat Real Madrid. Artinya ketika memulai pertandingan, mereka bisa bermain tenang.
Karim Benzema dan kawan-kawan tidak perlu terburu-buru mengejar ketertinggalan agregat. Dengan begitu, pola permainan Real Madrid akan lebih tertata.
Namun, Los Galacticos tetap harus mewaspadai serbuan skuad Liverpool. Sebab, dipastikan tuan rumah bakal menerapkan pola permainan menyerang total untuk sesegera dan sebanyak mungkin mencetak gol.
Karim Benzema Dan Vinicius Junior Makin Padu
Real Madrid punya pakem permainan 4-3-3 atau 4-4-2. Formasi 4-3-3 itu yang dipakai saat membungkam Liverpool 3-1 pada leg pertama perempat final Liga Champions musim ini yang berlangsung di Estadio Alfredo Di Stefano, 11 April lalu.
Pola permainan menyerang itu didukung dengan makin padunya dua penyerang Real Madrid, Vinicius Junior dan Karim Benzema. Kolaborasi keduanya mampu membuat lawan menjadi keteteran.









