Akibatnya, mereka sering menjadi seorang people-pleaser, hingga kehilangan prinsip hidup sendiri. Demi menjaga reputasi dan agar tetap disukai di lingkungannya, mereka bahkan tega mengorbankan orang-orang terdekatnya sendiri.
5. Selalu memikirkan keuntungan pribadi

Pexels.com/Vitaly Gariev
Orang yang fake cenderung melihat hubungan pertemanan atau asmara dari kacamata transaksional. Mereka hanya peduli pada apa yang bisa orang lain lakukan atau berikan untuk keuntungan mereka.
Mereka sangat perhitungan dan suka mengungkit-ungkit kebaikan. Bahkan, bantuan kecil yang mereka berikan sering dijadikan senjata untuk membuat orang merasa utang budi. Meski saat ini mereka memperlakukanmu dengan baik, sifat aslinya akan terlihat kalau kamu sudah nggak dibutuhkan lagi.
Itulah beberapa cara mengenal orang yang fake agar kamu nggak tertipu. Kamu jadi bisa lebih selektif lagi dalam menjalin hubungan pertemanan yang sehat.
sumber: popbela










