2. Belanja sebagai pelarian

Berbelanja tentu hal yang menyenangkan. Namun, ada juga orang yang saat sedang mengalami masalah malah pergi belanja. Sehingga belanja hanya sebagai pelarian untuk menyenangkan hati. Terkadang membeli barang yang belum tentu dibutuhkan.
Jika kebiasaan ini terus berlanjut, akan berbahaya. Karena kamu akan kecanduan belanja untuk mengatasi masalah. Akhirnya akan terjebak perilaku impulsive buying serta konsumtif.
3. Membeli barang tanpa berpikir panjang

Tahukah kamu, ada orang yang membeli barang tanpa berpikir panjang karena hanya mengedepankan keinginan. Alhasil, orang tersebut membeli barang yang sebenarnya tidak atau belum diperlukan. Atau bisa juga orang tersebut membeli barang karena takut ketinggalan trend dan kehabisan.
Lebih mengkhawatirkan lagi jika barang tersebut lebih dari satu sehingga orang tersebut terjebak dalam konsumerisme dan impulsive buying.
4. Bersaing dalam berbelanja

Pernahkah kamu menginginkan suatu barang tetapi temanmu sudah memiliki terlebih dahulu. Sehingga kamu merasa iri dan tersaingi.
Secara tidak langsung perasaan tersaingi tersebut akan membuat kamu belanja berlebihan. Lebih mengkhawatirkan jika barang yang dibeli tidak membawa banyak manfaat. Sehingga kamu terjebak dalam perilaku yang merugikan.
5. Ada dorongan emosional saat membeli barang

Ciri terakhir adalah adanya dorongan emosional saat belanja. Biasanya hal ini terjadi saat membeli barang yang tidak dibutuhkan. Ya, hanya karena dorongan emosional dan mencari kepuasan semata.











