Menurut Pokar, selama masa pendidikan para peserta akan dibina oleh unsur TNI, Polri, Purna Paskibraka Indonesia (PPI), Dinas Kesehatan, serta sejumlah instansi terkait.
“Pendidikan dan pelatihan Paskibraka merupakan bagian penting dari sistem pembinaan yang bertujuan menanamkan nilai-nilai kebangsaan, cinta tanah air, disiplin, dan tanggung jawab,” ujarnya.
Diminta Jadi Teladan Generasi Muda
Dalam sambutan Bupati Kepulauan Aru Timotius Kaidel yang dibacakan Wakil Bupati Mohamad Djumpa, para calon Paskibraka diingatkan bahwa tugas mereka bukan sekadar mengibarkan Sang Merah Putih, tetapi juga mengemban amanah sebagai generasi muda yang berintegritas dan berjiwa nasionalis.
“Menjadi seorang Paskibraka bukan sekadar tentang baris-berbaris atau mengibarkan bendera. Lebih dari itu, kalian adalah pemuda-pemudi pilihan dari seluruh pelosok Bumi Jargaria yang telah melewati seleksi ketat,” kata Djumpa.
Ia menegaskan, para peserta merupakan representasi masa depan Kabupaten Kepulauan Aru yang diharapkan memiliki karakter kuat, disiplin, serta mampu menjadi contoh bagi generasi muda lainnya.
“Jadilah pelopor disiplin dan teladan bagi generasi muda lainnya di Kepulauan Aru. Tunjukkan bahwa pemuda dari ujung timur Maluku ini mampu bersaing dan memiliki daya juang yang luar biasa,” pungkasnya.









