Oleh sebab itu, sadarilah ketika situasi seperti ini mulai muncul. Dengan menyadarinya, kamu tidak akan mudah dikendalikan oleh ego.
3. Sadari apa yang kamu rasakan

pexels.com/RDNE Stock project
Faktanya, ego kerap muncul ketika kamu merasa tidak mendapatkan validasi atas perasaanmu. Itulah mengapa, penting untuk mulai memetakan emosi yang muncul. Apakah kecewa? Marah? Tersinggung? Atau merasa direndahkan?
Sikap ini akan membantumu untuk memahami sumber emosimu, sehingga mencegahmu agar tidak bertindak secara impulsif.
4. Fokus dengan masalah yang tengah dihadapi

pexels.com/Vera Arsic
Ketika terjadi pertengkaran di dalam hubungan, seringkali muncul dorongan untuk menyerang pasangan secara personal, ketimbang fokus pada masalah yang sedang dihadapi. Jika hal ini terjadi, cobalah untuk menyadarinya dan kembali bawa fokusmu untuk menyelesaikan permasalahannya.
Kamu juga bisa menggunakan pernyataan “Aku” seperti, “Aku merasa…” agar pasangan lebih memahami apa yang kamu ingin sampaikan, alih-alih menggunakan pernyataan “Kamu” yang biasa dimulai dengan “Kamu selalu…” yang dapat membuat pasangan merasa disalahkan dan diserang.
5. Hindari untuk terpaku pada siapa yang benar dan salah

pexels.com/Timur Weber
Cara mengelola ego saat emosi memuncak selanjutnya ialah hindari untuk terpaku pada siapa yang benar dan siapa yang salah. Biasanya, ketika ego mendominasi, ada keinginan untuk merasa paling benar, sementara pasangan berada dalam posisi yang paling salah. Tapi, daripada membuat situasi menjadi kondusif, justru mampu membikin suasana semakin kacau.









