3. Punya gaya komunikasi yang buruk
Ketika kamu berkomunikasi dengan cara yang buruk dengan pasangan, misalnya menghindari percakapan yang jujur, terbuka, dan rentan, ini menunjukkan kalau kamu belum bisa menerima pasanganmu. Kamu juga mungkin enggan mendengarkannya dengan baik, selalu memfokuskan percakapan menjadi tentangmu saja, hingga menolak jika pasangan hendak mengungkapkan perasaannya.
4. Minim empati
Empati atau kemampuan dalam memahami kondisi maupun perasaan orang lain merupakan sikap yang perlu terus diasah, terlebih dalam hubungan pernikahan. Sebab, dengan adanya empati, maka masing-masing pasangan bisa merasa aman dan nyaman di antara satu sama lain, dan pada akhirnya, membuat pernikahan menjadi terasa memuaskan.
Akan tetapi, kalau kamu nggak bisa menerima pasangan apa adanya, kamu tidak dapat menunjukkan sikap empati kepadanya. Kamu cenderung tidak peduli dengan perasaan dan pengalaman pasanganmu. Sebaliknya, kamu justru bersikap dingin padanya.
5. Kurangnya keintiman
Kesulitan dalam menerima pasangan berarti membuat pernikahan menjadi terasa kurang intim. Kurangnya keintiman tentu nggak hanya dinilai dari hubungan seks saja, tapi juga dilihat dari jarak secara emosional yang kamu ciptakan dengan pasangan.
Kamu selama ini mungkin nggak bisa menunjukkan rasa cintamu pada pasangan, bahkan lewat beberapa tindakan kecil sekalipun. Seperti menggenggam tangannya, memeluknya, atau mencoba untuk terhubung dengan perasaannya.










