Hingga akhirnya, Athar memberanikan diri untuk menyatakan perasaannya usai lulus sekolah. Ara yang merasa mereka masih muda, meminta Athar untuk bersabar dahulu dan meraih mimpi mereka dulu. Jika berjodoh, Ara yakin mereka akan bertemu lagi.
Athar pun berusaha ikhlas menerima jawaban Ara. Ia ikhlas harus berpisah dengan Ara untuk sama-sama mengejar mimpi-mimpi mereka dulu. Setelah Athar sukses, ia yang tetap menjaga hati untuk Ara kembali memperjuangkan cinta pertamanya, meski banyak rintangan yang dihadapi. Bahkan, harus menghadapi jalan yang terlihat buntu sekalipun.
2. Tak ada salahnya berpisah untuk memantaskan diri

Seperti yang disebut sebelumnya, Ara dan Athar harus berpisah setelah SMA. Mereka memilih untuk mencapai cita-cita dan impian masing-masing. Athar pun bertekad untuk memantaskan diri sebagai calon suami dan calon imam yang baik untuk Ara. Ia dengan tekun belajar yang rajin dan berusaha mendapatkan beasiswa untuk kuliahnya.
Tak hanya itu, Athar pun rajin bekerja sampai hampir berurusan dengan pihak berwenang, sampai ia bertemu dengan seseorang yang membuatnya semakin dipercaya dan meraih kesuksesan. Setelah hidupnya mulai mapan, Athar mulai mencari dan memperjuangkan Ara lagi.
Pernikahan bukanlah suatu yang mudah, kesiapan baik mental, fisik, finansial, dan segalanya sangat diperlukan. Oleh karena itu, tak ada salahnya harus berpisah sementara untuk fokus memantaskan diri, sambil tetap berkomitmen untuk menjaga hati.










