Porostimur.com, Ambon – Timur, film produksi perdana Uwais Pictures sekaligus debut penyutradaraan aktor laga Iko Uwais, tak sekadar menawarkan aksi. Film ini menghadirkan kekuatan nilai budaya Gandong Maluku sebagai fondasi utama cerita tentang persaudaraan, keluarga, dan pengorbanan.
Nilai Gandong—yang dikenal dalam masyarakat Maluku sebagai simbol ikatan persaudaraan lintas negeri, darah, dan generasi—menjadi ruh narasi yang membedakan Timur dari film laga pada umumnya.
Gandong sebagai Jiwa Cerita
Executive Producer Timur, Nagita Slavina, mengatakan film ini sejak awal dirancang bukan hanya sebagai tontonan hiburan, tetapi juga sebagai medium untuk menyampaikan pesan kemanusiaan yang kuat, terinspirasi dari nilai-nilai budaya lokal Indonesia.
“Aku bersyukur banget melihat bagaimana hangatnya penonton menerima film Timur. Sejak pertama kali ditawari bergabung, aku langsung merasa harus ikut berkontribusi,” ujar Nagita saat special screening di Ambon, Minggu (14/12/2025).
Menurutnya, nilai keluarga dan persaudaraan yang diangkat dalam film ini sangat relevan dengan kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk.
“Film ini membawa nilai keluarga dan persaudaraan yang sangat kuat. Itu penting sekali untuk dihadirkan di layar lebar dan ditonton oleh orang banyak,” tambahnya.









